Latest Post


 

Pengurasan: Ekskavator dikerahkan untuk melakukan pengurasan mulut kanal di salah satu sumber air baku Perumda Air Minum Kota Padang Kamis (21/5).

 

 

Padang, Beritaone – Guna menjaga kualitas air yang akan dialirkan kepada pelanggan, Perumda Air Minum Kota Padang melakukan pengurasan rutin. Tidak saja pada bak pengolahan air, tapi juga di mulut kanal. Pengurasan dilakukan bergiliran di semua itake yang ada.

Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Padang, Andri Satria didampingi Kasubag Humas dan Protokoler Perumda Air Minum Padang, Adhie Zein mengatakan, pengurasan mulut kanal merupakan kegiatan rutin yang memiliki peran penting dalam menjaga kinerja sistem pengolahan air.

Menurut Andri Satria, kegiatan tersebut dilakukan dengan membersihkan endapan lumpur, pasir, maupun sampah yang menumpuk di area kanal. Langkah ini bertujuan agar debit air baku yang berasal dari sumber air sungai menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) tidak terganggu.

“Pengurasan ini penting untuk menjaga kelancaran aliran air baku menuju instalasi pengolahan. Jika terjadi penumpukan endapan, maka dapat menghambat proses pengolahan air,” ujarnya Kamis (21/5).

Ia menambahkan, proses pembersihan juga mendukung tahapan penjernihan air seperti koagulasi, flokulasi, dan filtrasi agar berjalan lebih optimal. Dengan demikian, penggunaan bahan kimia penjernih air dapat lebih efisien dan tidak terbebani akibat tingginya tingkat kekeruhan air baku.

Selain itu, kegiatan pengurasan juga dilakukan untuk menghindari potensi kontaminasi ulang pada air yang diproduksi. Hal tersebut penting guna memastikan kualitas air tetap memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan, bebas dari kekeruhan maupun bau.

“Proses ini sangat krusial bagi keandalan infrastruktur Perumda Air Minum Padang dalam menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, Perumda Air Minum Kota Padang melakukan pengurasan reservoir pada waktu-waktu tertentu. Pengurasan reservoir PDAM bertujuan untuk menjaga kualitas, kebersihan, dan keamanan air yang didistribusikan ke pelanggan dengan membuang sedimen atau endapan kotoran di dasar tangki.

Perumda Air Minum Padang menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemeliharaan berkala terhadap seluruh sistem pengolahan dan distribusi air demi memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan di Kota Padang. (yan)

 


 

Teken MoU: Dirut Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal dan Kajari Padang Koswara menandatangani  MoU pendampingan hukum bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN) di The ZHM Premiere, Selasa (12/5). Hadir Wali Kota Padang, Fadly Amran dan para direksi.  Humas Perumda AM Padang.

 

Padang, Beritaone-Perumda Air Minum Kota Padang menggandeng Kejaksaan Negeri Kota Padang untuk pendampingan di bidang hukum. Kerja sama meliputi bantuan hukum, penegakan hukum, pertimbangan hukum dan tindakan hukum lainnya bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal dan Kajari Padang Koswara di The ZHM Premiere, Selasa (12/5). Disaksikan Wali Kota Padang, Fadly Amran.   

Dalam sambutannya, Fadly Amran menyampaikan bahwa sinergi dan dukungan dari Kejaksaan Negeri Padang sangat penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan serta pengelolaan keuangan daerah yang baik.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kejaksaan Negeri Padang yang selama ini telah memberikan legal opinion, asistensi, serta pengawalan terhadap visi pembangunan Kota Padang,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda AM Kota Padang Hendra Pebrizal menyampaikan, kerja sama dan pendampingan hukum dari Kejaksaan Negeri Padang sangat membantu perusahaan, terutama dalam proses penagihan tunggakan rekening air pelanggan.

“Target kami adalah meningkatkan pendapatan perusahaan dengan tetap meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini sangat terbantu dengan adanya pendampingan dari Kejaksaan Negeri Padang,” katanya.

Hendra Pebrizal juga mengatakan, MoU ini untuk pendampingan hukum di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN).

“Fokus utamanya adalah meminimalisir risiko hukum, membantu penagihan tunggakan pelanggan, serta memastikan kepatuhan manajemen terhadap aturan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kerja sama meliputi beberapa hal. Antara lain, pendampingan hukum (Legal Assistance). Yakni, Kejari memberikan bantuan hukum dalam penyusunan kontrak atau pengerjaan proyek, seperti pada program hibah air minum perkotaan.

Kemudian, penagihan tunggakan, Kejari membantu menagih tunggakan pelanggan melalui surat peringatan (somasi), yang terbukti efektif meningkatkan kepatuhan pembayaran.

Selain itu, penyelesaian masalah perdata/TUN. Di mana  Kejari bertindak dalam penyelesaian sengketa atau permasalahan hukum yang dihadapi PDAM, baik di dalam maupun luar pengadilan.

Point selanjutnya penguatan manajemen. Sinergi ini bertujuan agar pengelolaan PDAM tetap berada dalam koridor aturan, sehingga pelayanan masyarakat maksimal dan terhindar dari tindak pidana korupsi.

“Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas kinerja dan pendapatan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Kajari Padang, Koswara mengatakan, pihaknya siap memberikan pendampingan hukum kepada Perumda AM Kota Padang agar seluruh aktivitas perusahaan tetap berada dalam koridor hukum dan terhindar dari potensi pelanggaran.

Menurutnya, peran Kejaksaan tidak hanya berkaitan dengan penindakan pidana, tetapi juga hadir memberikan bantuan hukum, pertimbangan hukum, dan tindakan hukum lain bagi lembaga pemerintah maupun BUMD.

“Pendampingan ini bertujuan memastikan seluruh kebijakan dan kegiatan perusahaan berjalan sesuai aturan sehingga potensi permasalahan hukum dapat dicegah sejak awal,” ujar Koswara.

Ia menambahkan, sinergi antara Kejari Padang dan Perumda AM Kota Padang diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kinerja perusahaan daerah sekaligus mendukung optimalisasi pendapatan daerah melalui pelayanan publik yang lebih baik.(yan)

 


 Tinjau Lapangan: Anggota DPR RI Zigo Rolanda didampingi Wako Padang Fadly Amran dan Dirut Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal meninjau rencana pengembangan SPAM Taban 3 di IPA Palukahan, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Kototangah, Senin (27/4).

 

Padang, Beritaone--Peningkatan layanan air bersih di Kota Padang terus dilakukan. Salah satunya dengan membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru. Yakni IPA Taban 3 di Kelurahan Balaigadang, Kecamatan Kototangah, Padang.

Anggota DPR RI Zigo Rolanda didampingi Wali Kota Padang Fadly Amran dan Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal meninjau rencana pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Taban 3 berkapasitas 200 liter/detik di IPA Palukahan, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Kototangah, Senin (27/4).

Peninjauan ini difokuskan pada percepatan pembangunan SPAM sebagai salah satu infrastruktur vital dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kota Padang. Terutama pascabencana yang berdampak pada menurunnya kualitas dan distribusi layanan air.

Rombongan meninjau langsung kesiapan lahan serta progres awal pekerjaan yang telah mulai dilakukan. Hadir pula perwakilan dari pemerintah provinsi dan Kementerian Pekerjaan Umum yang turut mendukung realisasi proyek tersebut.

Dalam kunjungannya, Zigo menyebutkan proyek SPAM Taban 3 akan segera memasuki tahap lelang pada Mei 2026 dan ditargetkan langsung kontrak setelahnya. Ia menegaskan pentingnya percepatan pekerjaan, termasuk penyelesaian persoalan pembebasan lahan dan hambatan teknis di lapangan.

“Untuk SPAM Taban 3, anggaran reguler ditambah penanganan R3P pascabencana sudah siap. Bulan Mei ini akan dilelang dan harus segera berkontrak. Kita juga melihat kondisi lapangan, termasuk proses land clearing yang sudah mulai berjalan,” ujarnya.

Zigo menjelaskan, kapasitas tambahan SPAM Taban 3 mencapai 200 liter per detik, melengkapi kapasitas eksisting sebesar 300 liter per detik, sehingga total menjadi 500 liter per detik. Proyek ini didukung anggaran sekitar Rp289 miliar, yang telah direview dari angka awal Rp306 miliar untuk pelaksanaan selama dua tahun anggaran.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa perbaikan intake oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) telah masuk dalam penanganan R3P tahap pertama, termasuk pengendalian banjir di Batang Kuranji hingga jaringan pipa menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) Taban. Tidak hanya itu, proyek Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Aia Dingin dengan teknologi RDF juga dijadwalkan lelang pada bulan yang sama.

Wako Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat melalui DPR RI dan kementerian terkait dalam mendorong percepatan pembangunan SPAM di Kota Padang.

“Terima kasih kepada Bapak Zigo Rolanda, serta jajaran Kementerian PU atas dukungan terhadap proses rehabilitasi Kota Padang, termasuk realisasi pembangunan SPAM baru di Palukahan dengan kapasitas 200 liter per detik,” ujar Fadly Amran.

Ia menegaskan, kehadiran SPAM Taban 3 sangat dinantikan masyarakat, mengingat kondisi layanan air bersih yang belum sepenuhnya pulih pascabencana.

“Kita telah melihat bahwa pekerjaan awal sudah mulai dilakukan. Mudah-mudahan setelah proses lelang selesai, pembangunan SPAM ini dapat segera berjalan dan mampu menjawab keresahan masyarakat terkait layanan air bersih yang sempat menurun,” lanjutnya.

Fadly Amran juga menitipkan harapan kepada DPR RI agar terus mengawal dukungan dari Kementerian PU, termasuk percepatan realisasi SPAM di kawasan Universitas Andalas guna memenuhi kebutuhan air dalam beberapa tahun ke depan.

Sementara, Direktur Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal menjelaskan,  SPAM Taban 3 merupakan proyek strategis yang dirancang tidak hanya untuk meningkatkan layanan, tetapi juga sebagai bagian dari mitigasi bencana.

“Pengembangan SPAM Taban III di IPA Palukahan, Kecamatan Kototangah, menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan sistem air minum di daerah rawan bencana,” jelasnya.

Menurut Hendra, Kota Padang memiliki risiko tinggi terhadap gempa, tsunami, banjir, dan longsor. Pengalaman bencana besar seperti gempa 30 September 2009 serta banjir dan longsor pada akhir 2025 menjadi pelajaran penting dalam merancang sistem air yang tangguh.

“Gangguan pada sumber air dan instalasi pengolahan sangat berdampak pada layanan. Karena itu, SPAM ini diharapkan menjadi sistem cadangan yang menjaga kontinuitas distribusi, terutama saat kondisi darurat,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh tahapan perencanaan proyek telah disiapkan, mulai dari kesiapan lahan, dokumen teknis, hingga dukungan pendanaan. Dengan adanya SPAM Taban 3, Perumda optimistis layanan air bersih di Kota Padang akan semakin merata, berkelanjutan, dan tangguh menghadapi potensi bencana di masa depan.

Diketahui  proyek berkapasitas 200 liter per detik tersebut mendapat bantuan sebesar Rp 308 miliar dari pemerintah pusat. Disebut anggaran terbesar untuk Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) di Indonesia tahun 2026. (yan)

 

 

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
IKLAN