Latest Post


 

Lomba: Penampakan nasi goreng dari peserta lomba nasi goreng beras pulen yang digelar BI Sumbar di pelataran parkir BI Sumbar Minggu (8/2) sedang dinilai juri. 

 

Padang, Beritaone---Guna menggerakkan ekonomi Sumbar, Bank Indonesia Sumbar menggelar kegiatan Daun Ramadhan Fest. Kegiatan ini bakal dilaksanakan selama bulan Ramadhan nanti.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar Mohammad Abdul Majid Ikram mengatakan, program Daun Ramadhan Festival adalah dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1446 Hijriyah.

"Ada berbagai kegiatan yang pada intinya mendorong pertumbuhan ekonomi. Kami juga mengingatkan kepada masyarakat bahwa harga beras lagi tinggi sehingga kalau bisa mengkonsumsi beras yang lebih murah. Hari ini kami mengadakan lomba masak nasi goreng beras pulen yang harganya lebih terjangkau dibandingkan harga beras lokal  Sumatera Barat," ujar Majid kepada wartawan usai pembukaan Daun Ramadhan Fest di pelataran parkir Kantor Bank Indonesia Sumbar Jalan Sudirman, Minggu (8/2).

Selain itu, kata Majid, ada juga beberapa program yang akan dilaksanakan Bank Indonesia Sumbar dalam pekan ini. Yakni berupa S Sekolah Lapang melatih UMKM dan petani yang terdampak bencana Hidrometeorologi akhir November 2025 lalu agar bisa bangkit kembali.

"Insya Allah besok hari Senin sampai Selasa kami akan mengadakan Sekolah Lapang di Kabupaten Solok. Kami akan melatih para UKM dan petani yang terdampak bencana agar bisa bangkit  bercocok tanam kembali," ujarnya.

Sebelumnya BI Sumbar juga sudah melaksanakan Sekolah Lapang di Kabupaten Agam dan Tanahdatar.

Tak hanya itu, kata Majid, pihaknya dalam dua pekan ini juga melatih juru sembelih hewan (juleha) di Sumbar.

"Kami mendapat informasi masih banyak juru potong unggas, sapi maupun kambing yang belum memilki sertifikasi halal. Artinya mereka belum memotong secara halal. Kami akan melatih sekitar 20 orang lebih juru sembelih agar mereka memiliki kemampuan memotong secara halal," ucapnya.

Program lainnya, lanjut Majid, adalah wakaf produktif yakni tanam pohon bersama pondok pesantren agar masyarakat cinta lingkungan dan mau berwakaf.

"Termasuk program generik yang dilakukan selama Ramadhan seperti penukaran uang, operasi pasar khusus komoditas yang berpotensi naik selama bulan Ramadhan," pungkasnya.

Pembukaan Daun Ramadhan Fest kemarin juga dimeriahkan bazar UMKM binaan BI Sumbar, penukaran uang, edukasi seputar uang, bayar PBB dan SIM berhadiah dan lainnya. (yan)

 

 

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar Andy Setyo Biwado 

 

Padang, Beritaone—Bank Indonesia Sumbar merilis, Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Sumatera Barat bulan Januari 2026 mengalami deflasi -1,15% (mtm). Deflasi tersebut lebih dalam dari wilayah lain yang terdampak bencana seperti Aceh dan Sumatera Utara bahkan terdalam secara nasional.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar Andy Setyo Biwado mengatakan, deflasi yang dalam ini didukung oleh semakin membaiknya pasokan ditopang oleh respons aktif pemerintah untuk mengakselerasi recoverydampak bencana diantaranya melalui perbaikan saranatransportasi/distribusi serta kebijakandiskon tarif PAM.

Lebih spesifik, menurut kelompok komoditas pangan bergejolak (volatile foods),deflasi didorong oleh penurunan harga komoditas hortikultura terutama cabai merah dan bawang merah. “Penurunan harga komoditas hortikultura terjadiseiring normalisasi pasokan dari sentra produksi lokal serta masuknya pasokan dari Sumatera Utara dan Jawa.Deflasi lebih dalam tertahan oleh berlanjutnya inflasi pada beberapa komoditas pangan seperti beras dan tomat, dipengaruhi oleh faktor musiman serta terdampaknya sebagian lahan pertanian akibat bencana,” ujarnya dalam keterangan pers Rabu (7/2).

Menurut kelompok Harga yang Diatur Pemerintah (administerd price), kebijakan pemerintah Kota Padang untuk memberikan diskon 50% tarif PAM memberikan sumbangan deflasi -0,12%.Sejalan dengan itu, berangsur normalnya lalu lintas dan jalur transportasi membawa dampak penurunan tarif angkutan antar kota 17,22% (mtm) dan memberikan andil deflasi 0,05%.

Di sisi lain, tekanan inflasi pada Januari 2026 terutama bersumber dari kenaikan harga emas perhiasan yang sejalan dengan tren kenaikan harga emas global di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. Emas perhiasan menjadi penyumbang inflasi terbesar secara bulanan dengan andil 0,13% (mtm), diikuti oleh tomat, beras, ikan nila, dan ikan asin teri.

Secara spasial, seluruh kabupaten/kota IHK di Provinsi Sumatera Barat pada Januari 2026 tercatat mengalami deflasi. Kabupaten Pasaman Barat mencatatkan deflasi terdalam sebesar -1,84% (mtm), diikuti oleh Kota Padang (-1,02%), Kabupaten Dharmasraya (-0,92%), dan Kota Bukittingi (-0,73%). Deflasi yang cukup dalam di Kabupaten Pasaman Barat sejalan dengan membaiknya pasokan komoditas hortikultura.

Meski demikian secara tahunan, Provinsi Sumatera Barat pada Januari 2026 masih mengalami inflasi di atas sasaran nasional. Inflasi Sumbar tercatat sebesar 3,92% (yoy), dipengaruhi oleh faktor low-base effect, terutama akibat penerapan diskon tarif listrik pada Januari dan Februari 2025. Selain itu, inflasi tahunan juga didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan, kenaikan harga mobil sebagai dampak pemberlakuan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), serta pengaruh depresiasi nilai tukar rupiah. Pada sisi lain, harga komoditas pangan strategis seperti beras dan cabai rawit masih relatif tinggi meskipun telah menunjukkan tren perbaikan dibandingkan akhir tahun 2025.

Untuk mendukung upaya pengendalian inflasi, KPwBI Sumbar bersama TPID Provinsi Sumatera Barat akan terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi.

“Ke depan, inflasi tahunan Sumatera Barat masih dihadapkan pada sejumlah risiko, antara lain risiko low-base effect, peningkatan permintaan pangan strategis menjelang Ramadan dan Idul Fitri, rigiditas konsumsi beras masyarakat, potensi aliran pasokan ke luar daerah akibat disparitas harga antarwilayah, serta berlanjutnya kenaikan harga emas perhiasan dan depresiasi nilai tukar rupiah.Oleh karena itu, sinergi pengendalianinflasi TPID akan terus dioptimalkan untuk menjaga inflasi Sumatera Barat tetap terkendali dalam rentang 2,5±1% (yoy) pada tahun 2026,” ujarnya (yan).

 

 

 
 

Tinjau IPA: Menteri PU Dody Hanggodo (dua dari kiri) dan Anggota DPR RI Andre Rosiade (kiri), Kepala BPBPK Sumbar, Maria Doeni Isa dan Wako Padang, Fadly Amran saat meninjau IPA Gunung Pangilun Perumda Air Minum Kota Padang, Jumat (30/1). 

 

Padang, Beritaone—Krisis air bersih pascabencana di Kota Padang harus disikapi dengan cepat dan bijak untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Baik melalui perbaikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang rusak dilanda banjir bandang maupun membangun SPAM baru untuk jangka panjang dan mitigasi bila terjadi lagi bencana di masa mendatang.

Pemko Padang terus berupaya bergerak cepat merespons krisis air bersih yang melanda daerah tersebut pascabencana dan musim kemarau. Salah satu upaya yang dilakukan untuk pemulihan distribusi air di Kota Padang adalah meminta pembangunan 200 sumur bor dan SPAM kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Hal itu disampaikan Wali Kota Padang, Fadly Amran ketika mendampingi Menteri PU Dody Hanggodo bersama Anggota DPR RI Andre Rosiade dan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat meninjau kondisi IPA Gunung Pangilun Perumda Air Minum Kota Padang, Jumat (30/1).

Dikatakan Fadly Amran, untuk mengurangi beban tekanan pada pipa PDAM yang saat ini masih bersifat sementara dia meminta pembangunan sumur bor komunal di ratusan titik.

“Kami meminta kepada Bapak Menteri untuk daerah-daerah kekeringan ini bisa dipasangkan sumur bor. Tujuannya agar tekanan air PDAM ke rumah tangga tidak terlalu terbebani karena harus membagi suplai ke wilayah non-pelanggan," ujar Fadly Amran.

Pemko Padang, kata dia, telah mengajukan sedikitnya 200 titik sumur bor. Karena aset Pemko Padang hanya mencakup 50 lokasi, pihaknya berinisiatif menempatkan sisa sumur bor tersebut di fasilitas publik.

“Sisanya kita arahkan ke masjid dan mushala agar masyarakat lebih mudah mengakses air bersih secara komunal,” tambahnya.

Fadly Amran juga mengatakan, pembangunan SPAM di Kota Padang sangat diperlukan untuk memitigasi jika terjadi bencana di masa mendatang. “Kita tahu Kota Padang rawan bencana sehingga perlu penambahan SPAM-SPAM baru. Seperti disampaikan pihak kementerian akan ditambah dua SPAM baru yakni berkapasitas 200 liter per detik dan 500 liter per detik,” ujarnya.

Wako mengatakan, pascabencana pengerjaan intake dan perpipaan Perumda Air Minum Kota Padang sudah 98 persen tuntas. Sedangkan dua persen lagi diharapkan awal Februari 2026 selesai. Namun dari 98 persen tersebut tidak semua debit airnya berkapasitas 100 persen atau seperti sebelum terjadi bencana. Karena pipanya sementara atau temporary. “Sehingga dengan bobot air PDAM hari ini ditambah PDAM juga membantu kekeringan di Kota Padang bagi nonpelanggan PDAM yang kemarin kita lihat bersama Bapak Menteri, tentu ini akan sangat-sangat mengurangi tekanan air kepada rumah-rumah tangga. Makanya kemarin kami meminta kepada Bapak Menteri, untuk daerah-daerah yang kekeringan bisa dipasang sumur bor,” ujarnya.

Fadly Amran juga mengatakan, Perumda Air Minum Kota Padang selain bisa memenuhi tuntutan pelanggan juga harus mensupport masyarakat yang dilanda kekeringan dengan bantuan air tangki.

“Kami berterimakasih kepada semua pihak, sebab bukan hanya mobil-mobil tangki PDM saja, tapi juga mobil tangki dari  BPBD kota, provinsi, pusat, balai, PMI dan organisasi lainnya. Ini sangat membantu distribusi air selama ini,” ujarnya.

Tapi kalau ini diteruskan, kata wako, tentu akan berdampak juga kepada pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang. Tekanan air kepada pelanggan akan berkurang. Sehingga menurutnya pembangunan SPAM baru sangat diperlukan.

Wako menyebutkan, untuk pembangunan SPAM baru, Kota Padang mendapatkan bantuan dari Kementerian PU untuk pembangunan SPAM Palukahan kapasitas 200 liter per detik akan dimulai pembangunannya tahun ini. 

Selain SPAM Palukahan, juga akan dibangun SPAM Gunung Pangilun kapasitas 500 liter per detik dalam tahun 2026 ini.  “Ibu Kepala Balai menyampaikan bahwa SPAM Gunung Pangilun ini sudah tidak layak karena ada retakan. Sangat berisiko jika terjadi gempa lagi, makanya harus diganti dengan tambahan kapasitas 500 liter," jelasnya.

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal mengatakan, IPA Gunung Pangilun yang rusak diguncang gempa 2009 lalu perlu dilakukan perbaikan untuk memasimalkan pelayanan kepada pelanggan. Khususnya pelanggan yang ada di pusat Kota Padang jumlahnya mencapai 40.730 pelanggan atau sekitar 133 jiwa.

“IPA Gunung Pangilun ini seperti diusulkan Balai segera kita ganti. Lokasinya dekat intake Kampung Koto. Kita sudah punya lahan dan akan memakai teknologi yang lebih canggih lagi. Karena IPA yang ada sekarang dibangun tahun 1957 oleh Perancis sudah tua dan tidak layak lagi dari hasil survei,” ujarnya.

 

Beri Insentif

Terkait pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang yang belum teraliri air pascbencana Pemko Padang akan memberikan insentif berupa pembebasan pembayaran maupun retribusi sampah.

Wako menginstruksikan agar pelanggan diberikan insentif berupa keringanan pembiayaan.

Hendra Pebrizal juga mengatakan, Perumda akan memberikan insentif kepada 1.382 pelanggan yang belum teraliri air. Sampai sekarang pelayanan sudah pulih 98,9 persesn, hanya 1,1 persen tersisa. “Pelanggan yang benar-benar belum dapat air akan kita nolkan tagihannya termasuk retribusi sampah pada bulan Februari. Tapi pelayanan berupa air tangki tetap diberikan. Tedmond-tedmond yang sudah kita sediakan kita isi dua kali sehari,” ujarnya.  (yan)

 


 

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
IKLAN